Sebuah cerita fantasi yang mengangkat kisah tentang pendapat bahwa realitas tertinggi yang tidak dicari dan dibuktikan melalui fenomena keajaiban besar, takdir, atau ledakan kosmik, melainkan melalui kerendahan hati, keterbatasan, dan penderitaan manusia, yang dimana semua ini muncul dari keterbatasan seorang manusia.
Narasi berpusat pada Homura Melody, sang Narator Utama sekaligus karakter dalam cerita ini yang dikirim ke Bumi untuk menyaksikan kehidupan makhluk fana. Kedatangannya dipicu oleh sebuah argumen filosofis: apakah kehadiran tuhan justru dibuktikan melalui kelemahan manusia?
Awalnya Melody menolak gagasan tersebut. Namun, saat ia tiba di Bumi dalam wujud wujud cahaya, ia menyaksikan penderitaan seorang gadis sekolah yang mengakhiri hidupnya akibat rasa depresi berat dan perundungan. Melody kemudian mengambil wujud fisik gadis tersebut dan mulai menjalani hidup sebagai manusia biasa. Melalui pengalaman langsung merasakan rasa sakit, kesepian, ikatan persahabatan, dan perpisahan yang dialami Melody terhadap orang-orang yang ia temui, membuatnya mengalami perkembangan emosional menjadi lebih manusiawi. Pada titik ini, semua rasa sakit dan kerapuhan yang dimiliki manusia sebagai makhluk yang terbatas bukanlah sebuah kekurangan esensial atau eksistensial, melainkan kelebihan atau aspek yang memberikan warna dari setiap tindakan dan kejadian yang dialami oleh makhluk imanen dibanding mereka yang transenden, sekaligus menjadi bukti secara simbolis bahwa kehendak bebas dalam bertindak dan berekspresi merupakan bagian kecil dari keberadaan yang satu, tak tergoyahkan, dan ia yang berjalan diatas mimpi-mimpi yang tak terbatas itu.
All Rights Reserved