My Little Regiano

My Little Regiano

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2026
WpInfo
Fanfic
Self-Insert / Imagines
LGBTQIA+
Gay
Coming Out and Self-Acceptance
Tahun 2013, Stephen Vincent Strange meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan. Saat itu Dava, Davi, dan Devan baru berusia 12 tahun, Vano masih 5 tahun, dan Merli baru saja lahir. Setahun kemudian, ibu mereka menikah lagi dengan seorang pria asal Kalimantan yang kemudian menjadi ayah sambung bagi kelima bersaudara tersebut.Setelah ibunya menikah, kini beliau ikut pindah bersama suami barunya dan setelah itu dia hilang tanpa jejak dan tak pernah memberi kabar apapun lagi. Sejak saat itu Rion merasa dirinya harus mengambil tanggung jawab lebih besar. Ia ingin memastikan adik-adiknya bisa mengejar mimpi tanpa terlalu memikirkan kondisi ekonomi keluarga. ⚠️ Cerita bertema Gay. Memuat konten eksplisit. Tolong berikan saya ruang untuk berkarya. - Jadilah pembaca yang bijak. - Homophobic ga perlu masuk. - Cerita ini memuat konten eksplisit di mana mungkin memengaruhi beberapa pembaca. Berisikan drama dan konflik, bukan seks semata. - Plagiator harap menjauh. Rion Edward 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Your Daddy My Husband
  • Possessive Male Lead
  • Given || Ju Jihoon
  • Obsession Overdose
  • Rewriting The Villain (END)
  • A House Between Us
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • PAMENGKU | NOMIN

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines