Bunga Tak Berwarna

Bunga Tak Berwarna

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Canva Alghari selalu hidup di balik bayangan saudara kembarnya, Narendra Alghari. Sementara Narendra tumbuh sebagai kebanggaan keluarga, Canva hanya dikenal sebagai anak yang terlalu banyak bermimpi. Bagi keluarganya, lukisan hanyalah hobi yang tidak memiliki masa depan. Tidak ada yang melihat betapa kerasnya ia berusaha membuktikan bahwa dirinya juga berharga. Sampai ia bertemu Elsa Safira. Seorang gadis sederhana yang ternyata menyimpan luka yang sama dalamnya. Elsa tidak pernah bertanya mengapa Canva terluka. Ia hanya memilih untuk duduk di sampingnya, memberikan sebuah botol minum, dan menjadi orang pertama yang melihat Canva bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai seseorang yang layak dihargai. Namun tidak semua luka dapat disembuhkan hanya dengan kehadiran seseorang. Bertahun-tahun kemudian, Canva pergi meninggalkan dua orang yang paling menyayanginya: Elsa yang masih datang membawa bunga ke makamnya, dan Narendra yang harus hidup dengan penyesalan karena tidak pernah benar-benar mengenal adiknya sendiri. Ketika Narendra menemukan diary terakhir Canva, ia menemukan rahasia yang tidak pernah ia ketahui-tentang mimpi Canva, tentang luka Elsa, dan tentang seseorang yang ingin ia lindungi bahkan setelah dirinya tidak ada. Kini Narendra harus menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari. Namun semakin ia mengenal Elsa, semakin ia sadar bahwa gadis itu bukan sekadar bagian dari kenangan Canva. Elsa adalah seseorang yang juga membutuhkan tempat untuk pulang. Di antara rasa bersalah, kehilangan, dan luka yang belum sembuh, tumbuh sebuah perasaan yang tidak pernah mereka rencanakan. Sebuah kisah tentang tiga orang yang sama-sama kehilangan sesuatu. Canva kehilangan kesempatan untuk hidup. Narendra kehilangan kesempatan untuk memahami. Dan Elsa kehilangan seseorang yang membuatnya merasa dilihat. Namun mungkin, dari sebuah lukisan yang tertinggal... masih ada harapan untuk menemukan warna baru.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siap-siap Jadi Ibu
  • Night Calls
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Sweetly Tied
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • The Last Yes!
  • (Not) BELONG TO YOU
  • Out of Reach (Selesai)
  • Under The Authority Of Senopati

Sejak awal pernikahan, Vanila Anggraini sudah menegaskan satu hal: dia memilih childfree. Namun suatu malam, sepulang dari kantor, Vani disuguhi adegan perselingkuhan suaminya, Riki. Tepat di dapur rumah mereka sendiri. Vani hanya menyapa dingin, lalu mengunci diri di kamar, menangis sepuasnya. Dia patah hati, sekaligus sadar bahwa ego laki-laki untuk memiliki keturunan memang tidak akan pernah bisa dia penuhi. Vani menolak luka dan menjadi seorang workaholic. Di tengah tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya itulah ia bertemu dengan Danuarta. Klien duda, anak satu. "Boleh aku panggil Ibu?" Vani sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tertawa garing, berusaha mencairkan kekakuannya sendiri. "Hahahaha... boleh, boleh banget, kok." Siapa sangka, tingkah absurd remaja itu justru pelan-pelan membuat keduanya dekat, persis seperti Ibu dan Anak. Tanpa sadar juga menarik Vani semakin jauh ke dalam kehidupan sang duda. Setelah setahun mengenal, Vani kembali mengenakan cincin di jari manisnya, juga resmi memegang peran baru yang paling ia hindari dulu. Menjadi seorang Ibu. 🥇 Metropop 🥈 Duda 🥉 Comedy

More details
WpActionLinkContent Guidelines