We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Silent Witch

Silent Witch

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Magical Kingdoms
Fairy Tales and Mythology
High Fantasy
Runa sama sekali tidak menyangka kehidupan nya yang tenang di sebuah desa akan berakhir hanya dalam satu malam. salah satu dari 5 Primordial Kerajaan datang mengacaukan kehidupan damai runa. Runa bahkan tidak sempat menolak saat dirinya sudah diberikan beberapa misi oleh pria tersebut. Sepertinya, ini pertama kalinya Runa harus meninggalkan rumah penuh kedamaian itu dalam waktu yang lama.
All Rights Reserved
#742
kingdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Reborn Mama (END)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • My Villainous Stepmom [BELUM REVISI]
  • The Duke's Red String
  • A Family of Villains
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines