We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Campus of Rivals

Campus of Rivals

  • WpView
    Reads 2,770
  • WpVote
    Votes 573
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fanfic
Hai aku kookie BUKAN KIKO ENAK TAU! Kampus Seoul JANGAN LUPA VOTE & KOMEN yaa biar aku semangat buat cerita lagii! Author cuma ngingetin 1x before you all read it! Author bukan tipe yang suka on-going makanya kalo udah di sediain cerita lengkap tuh di vote per chapter/bab gaiss kalo ga vote sih parah bangett ish ish JANGAN PELIT ntar aku jadi males buat cerita🥱 salam hangat baebyyy🥰 selamat membaca~ 🌟1 (August 26) #seulgi
All Rights Reserved
#1
seulgi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • bukan hanya sekedar kasih sayang-RORASA
  • The reason
  • The Beauty and The Expert 2✓ [C]
  • U + Me ✔
  • Egi Pradito END
  • Only Eighth Sense!
  • Person Who Gives Happiness - WENRENE
  • International Playgirl
  • PARTY 2

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines