Waiting for Pelangi

Waiting for Pelangi

  • WpView
    reads 8
  • WpVote
    Stemmen 1
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, aug. 1, 2026
WpInfo
Fictie
Romantiek
Middelbare School
Friends to Lovers
Bad Boy
Ada orang yang datang seperti pelangi. Datangnya sebentar, tapi setelah dia pergi... langit rasanya kosong lebih lama. Ini bukan cerita tentang memiliki. Ini cerita tentang menunggu chat jam 2 pagi, tentang jadi "ibu negara" tanpa status, tentang takut kehilangan orang yang bahkan tidak pernah menjadi milikku. Dari 'PELANGI' aku belajar bahwa melepaskan bukan berarti membenci. Melepaskan adalah... bahagia melihatnya bahagia. Walaupun bahagia itu bukan bersamaku.
Alle rechten voorbehouden
#15
hubungantanpastatus
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Mulih (END)
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Last Yes!
  • EINSTEIN [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • The Mafia's Sinful Obsession

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen