Di SMA Penabur, semua orang mengenal satu nama yang hampir mustahil dikalahkan.
Kezia.
Siswi kelas X yang terkenal karena parasnya yang cantik, ramah kepada siapa pun, berasal dari keluarga kaya, dan selalu menjadi juara kelas. Namun, yang paling membuat semua orang kagum adalah kecerdasannya yang berada jauh di atas rata-rata.
Sejak SMP, Kezia sudah menjadi langganan Olimpiade Sains Nasional. Memasuki SMA, namanya semakin dikenal setelah berhasil menjuarai 5 Olimpiade Sains Internasional di bidang Matematika, Fisika, dan Biologi, mengalahkan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara. Lemari kamarnya dipenuhi piala, medali, dan sertifikat prestasi.
Di Olimpiade Internasional terakhir, Kezia menghadapi pertandingan paling sulit sepanjang hidupnya.
Lawan terakhirnya adalah siswi jenius asal Korea Selatan bernama Yeu-Seulgi.
Pertarungan mereka berlangsung sangat sengit. Setiap soal dijawab dengan kecepatan dan ketelitian yang luar biasa. Selisih nilai mereka begitu tipis hingga para juri menyebut final itu sebagai salah satu final terbaik dalam sejarah kompetisi.
Pada akhirnya...
Kezia keluar sebagai juara.
Meski kalah, Yeu-Seulgi tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Congratulations."
Sejak saat itu, mereka saling menghormati sebagai rival sejati. Mereka bahkan bertukar nomor telepon dan media sosial, lalu sesekali mengobrol meski tinggal di negara yang berbeda.
Namun beberapa bulan kemudian...
Takdir mempertemukan mereka kembali.
Keluarga Yeu-Seulgi memutuskan pindah ke Indonesia karena urusan pekerjaan. Tanpa diduga, ia mendaftar di sekolah yang sama dengan Kezia...
SMA Penabur.
Seluruh sekolah langsung heboh ketika mengetahui siswi jenius internasional asal Korea Selatan akan menjadi murid baru.
Tidak ada yang tahu...
Apakah rivalitas mereka akan berlanjut?
Akankah mereka tetap menjadi pesaing yang saling mengalahkan?
Atau justru...
Rasa saling menghormati itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
All Rights Reserved