Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Bingung Mau Jadi Apa

Bingung Mau Jadi Apa

  • WpView
    Membaca 0
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung11jt
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 1, 2026
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Kesehatan Mental dan Neurodiversitas
Di dunia maya, Maya adalah sosok yang selalu sempurna - senyum yang tepat, pencahayaan yang pas, dan pujian yang terus mengalir di kolom komentar. Tapi setiap kali unggahan itu selesai, ada rasa hampa yang datang tanpa diundang, seolah ada bagian dari dirinya yang hilang setiap kali ia berusaha terlihat sempurna. Ajakan sederhana dari Lina, sahabatnya sejak kecil, perlahan membuka pertanyaan yang selama ini Maya hindari: apakah ia ingin dihargai karena dirinya sendiri, atau karena citra yang ia ciptakan? Di tengah kebingungan itu, Maya harus memilih - terus bertahan dalam dunia yang terasa aman namun palsu, atau berani menghadapi dirinya yang sebenarnya, dengan segala ketidaksempurnaannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Held in Violent Hands
  • "ကိုယ့် ဘဝ အခရာ"
  • Wlw smuts
  • ကျုပ်မြတ်နိုးရပါသော ဒေါက်တာ [ Completed ]
  • Jevanya: Their lost sister
  • Academic Seduction [profxstudent][wlw]
  • The Sister They Left Behind
  • Isolate
  • Ms. Sinclair's Secret
  • The Silent Sister

"Fine," she said. "If you won't take me seriously like this, I'll go put on my mafia outfit." Sloane squinted at her. "Your what?" "My mafia outfit." Before either of them could stop her, Lila jumped off the bed and ran out of the room. ____ Three minutes later, Lila came back. And Blair nearly spat out her coffee. Because apparently, "mafia outfit" meant she had dressed entirely in black-black cargo pants, a black long-sleeve shirt, black socks, and... Sunglasses. Inside. At breakfast time. Lila stood in the doorway like she had just stepped out of the world's least threatening action movie. "Well?" Sloane looked at her for a long moment. Then at Blair. Then back at Lila. "...No." Lila frowned. "What do you mean no?!" "I mean you look like a twelve-year-old trying to rob a gas station."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan