"Bima...." suara Indira lirih saat mereka duduk di pematang sawah sore itu. Angin menggerakkan ujung selendang putihnya. Bima tidak langsung menjawab. Ia tahu pembicaraan ini tak lagi bisa ditunda. "Orang tuaku sudah bicara," lanjut Indira pelan. "Mereka ingin kita serius. Tapi... kamu harus nyentana." "Maaf Ra, aku gak bisa karena orangtuaku gak ijinin aku nyentana..." jawab Bima. Satu takdir telah menantinya yaitu menikah nyentana demi menjaga garis keturunan dan leluhur keluarga. Lelaki yang ia cintai juga merupakan satu-satunya penerus keluarganya. Ketika cinta bertemu adat, dan bakti pada orang tua lebih berat dari perasaan, tidak ada pilihan yang benar-benar mudah. Haruskah Indira mempertahankan cinta atau mengikhlaskan demi keluarga? based on a true story
More details