REDEFINING DOTS (18+)

REDEFINING DOTS (18+)

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Suspense
Slow Burn
Destined Love
Dua garis yang bersimpangan di satu titik (x, y), kerap dipercaya akan terus melangkah menjauh menuju arahnya masing-masing. Bagi Dara, cinta adalah kerumitan yang selalu berusaha ia hindari. Terjebak dalam luka trauma masa kecil sebagai penyintas kekerasan seksual membuat Dara peduli dengan citra dirinya di hadapan teman-teman dan enggan menampakan perasaan yang sebenarnya. Tetapi setelah Dara cukup percaya dan membuka diri pada seorang laki-laki, jarak harus terbentang kembali membuat hubungan yang tak pasti. Enam tahun berlalu, Dara yang kini menjadi seorang bidan diterjang badai trauma baru di tempat kerja yang menghancurkan kesehatan mentalnya. Di titik terendah itu, ketika garis-garis kehidupan mereka kembali bersinggungan, akankah titik temu kali ini membawa kesembuhan-atau justru menegaskan bahwa beberapa garis memang diciptakan hanya untuk sekadar bersilang, bukan berjalan beriringan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kahalangin Sentana (Tamat)
  • At 30.000 Feet;Beneath the Uniform
  • Gigi Bungsu
  • Mulih (END)
  • Swadarma Rehana
  • Our Happy Ending✔
  • Sudut Pandang Kita (A Reverse Age-Gap Romance)
  • The Second Time (END)
  • A Heart Reset : When love is a choice between destiny and the heart
  • Mawar Terkasih [Proses Revisi]

"Bima...." suara Indira lirih saat mereka duduk di pematang sawah sore itu. Angin menggerakkan ujung selendang putihnya. Bima tidak langsung menjawab. Ia tahu pembicaraan ini tak lagi bisa ditunda. "Orang tuaku sudah bicara," lanjut Indira pelan. "Mereka ingin kita serius. Tapi... kamu harus nyentana." "Maaf Ra, aku gak bisa karena orangtuaku gak ijinin aku nyentana..." jawab Bima. Satu takdir telah menantinya yaitu menikah nyentana demi menjaga garis keturunan dan leluhur keluarga. Lelaki yang ia cintai juga merupakan satu-satunya penerus keluarganya. Ketika cinta bertemu adat, dan bakti pada orang tua lebih berat dari perasaan, tidak ada pilihan yang benar-benar mudah. Haruskah Indira mempertahankan cinta atau mengikhlaskan demi keluarga? based on a true story

More details
WpActionLinkContent Guidelines