Di antara permata dan bunga yang menghiasi taman kerajaan Dwarka, tumbuh sekuntum teratai yang paling indah.
Ananya, putri bungsu dinasti Yadava.
Ia adalah bunga yang mekar di bawah naungan kasih Krishna, permata yang selalu berada dalam lindungan Balarama, dan kebanggaan Subhadra. Ia tumbuh dalam kehangatan cinta, dikelilingi oleh mereka yang akan melakukan apa pun untuk menjaganya dari luka dan kerasnya dunia.
Namun sejak kecil, Ananya mengenal Hastinapura sebagai tempat yang selalu membawanya kembali pada tawa, persahabatan, dan seorang pemuda bernama Arjuna. Tahun demi tahun berlalu, dan pemuda itu tumbuh menjadi seorang kesatria, serta pemanah yang kelak akan menggenggam Gandiva dan berdiri di tengah perang yang mengubah wajah dunia.
Di antara pertemuan yang singkat dan perpisahan yang selalu terasa terlalu cepat, sesuatu perlahan tumbuh di antara mereka. Sesuatu yang tak pernah diberi nama, namun semakin sulit untuk disembunyikan.
Sebab Arjuna bukan sekadar pria yang dicintainya. Ia adalah seorang Pandava yang terikat pada takdir, seorang kesatria yang jalannya telah ditentukan jauh sebelum Ananya menyadari bahwa hatinya telah memilih.
Sementara Ananya adalah bunga kecil dari Dwarka yang tumbuh terlalu indah dan terlalu dicintai untuk mengenal kehilangan.
Namun takdir tidak pernah meminta izin kepada mereka yang dicintainya.
Ketika jalan mereka membawa keduanya menuju perang, pengorbanan, dan takdir yang tak terhindarkan, Ananya harus memahami bahwa bahkan bunga yang paling indah dan paling dijaga sekalipun tidak selamanya dapat tinggal di taman yang sama.
Lalu, ketika Gandiva akhirnya diangkat dan dunia menanti perang yang akan menentukan nasib sebuah zaman, akankah Ananya tetap menjadi bunga yang berakar di taman Dwarka, atau justru menjadi garland terakhir yang mengikat hatinya kepada seorang pemanah yang sejak awal telah ditakdirkan untuk menjadi milik dunia?
━━━━━━━━━━━━━━━━━
| A Garland for Gandiva © 2026
All Rights Reserved