Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Oh Great Orphic... Gott Hat Auf Dich Gewartet.

Oh Great Orphic... Gott Hat Auf Dich Gewartet.

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida lun, ago 3, 2026
WpInfo
Ficción
Fantasía
Dark Academia
Fantasía Oscura
Cuentos de Hadas y Mitología
Selamat membaca saja ya Perlu di perhatikan bahwa ini cerita memiliki beberapa warning sebelum di baca PERHATIAN WARNING • RELIGION • BL • DARK ROMANCE • BLOOD • MURDER Jikalau tidak suka maka jangan baca book ini dan jika tetap membaca meski tidak suka juga memberikan komentar buruk... Itu artinya... ELU SALAH LAPAK YA COYYYY
Todos los derechos reservados
#976
darkromance
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String (END)
  • The Unwritten Lady
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Reborn Mama (END)
  • Just let me live, Duke!

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido