Pure Amidst the Speed

Pure Amidst the Speed

  • WpView
    Reads 2,891
  • WpVote
    Votes 325
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Bisexual
Keenan adalah pembalap MotoGP yang tangguh, blak‑blakan, dan terbiasa hidup keras di lintasan. Dia ditawari proyek iklan besar bersama Sena -seorang model yang terkenal karena penampilannya yang selalu bersih, putih, sempurna, dan sifatnya yang sangat lembut serta polos. Sejak pertama mendengar nama pasangannya, Keenan sudah punya pandangan sendiri: dia menganggap Sena cuma anak yang hidupnya selalu mulus, manja, dan tidak tahu apa itu perjuangan sungguhan. Dia tidak suka, bahkan sedikit memandang rendah cara hidup Sena yang terlihat begitu rapi dan terlindungi. Namun saat mereka harus bekerja bersama hari demi hari, prasangka itu perlahan diuji. Apakah ketegasan Keenan akan terus bertahan, atau dia justru menyadari bahwa kemurnian dan kelembutan yang dimiliki Sena bukanlah tanda kelemahan?
All Rights Reserved
#59
keonhyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE ARCHITECTURE OF US [keonhyeon]
  • MY SCHOOL CRUSH [Keonhyeon]
  • Beyond the Status [KeonHyeon]
  • Seingatku, Namamu Ganesha [KEONHYEON]
  • anak teknik [KEONHYEON]
  • Ikatan Sian
  • Am i pretty? | Keonhyeon
  • Only Obedience
  • Guess Who My Mom Hired? [KEONHYEON]
  • Pearls of Destiny

"Aturan itu dibuat untuk dipatuhi, Kenzie Elvano." "Aturan itu dibuat karena dunia kurang hiburan, Satya Arkananta." Bagi seluruh murid SMA Wijaya, Kenzie dan Satya adalah dua kutub magnet yang tidak akan pernah bisa disatukan. Kenzie Elvano Dirgantara-sang kapten basket berandalan, bermulut manis, dan hobi melanggar aturan. Sedangkan Satya Arkananta Sadewa-sang Ketua OSIS perfeksionis, bermulut tajam, dan hidupnya berjalan lurus sekaku kalkulator toko kelontong. Pertemuan mereka di barisan meja nomor tiga kelas 12-IPA 1 selalu dipenuhi kabut caci maki. Mulai dari insiden kunci motor yang disita, aksi sabotase buku absensi, hingga tragedi memalukan menggunakan sandal jepit hijau neon di tengah beceknya pasar daging tradisional. Namun, ketika proyek Bakti Sosial sekolah memaksa kedua ego terbesar ini terkurung dalam satu tim yang sama, dinding permusuhan mereka perlahan mulai retak. Di antara aroma parfum wood-mint yang tertinggal di jaket denim, debaran bisikan canggung di depan kelas, dan segelas es mambo di gang belakang, ada sebuah rasa asing yang tumbuh subur namun mati-matian mereka sangkal. Mereka bilang, mereka saling membenci. Tapi, kenapa ulu hati mereka terasa sesak dan kaku setiap kali salah satu dari mereka mencoba mendekati Arumi, si siswi pindahan baru? Ini adalah arsitektur kisah tentang dua hati yang menolak runtuh oleh gengsi, terjebak dalam labirin penyangkalan yang manis, dan perang urat leher ala Tom & Jerry yang tak kunjung usai. "Gue emang gak pernah peduli buat jadi nomor satu di sekolah ini, Satya. Tapi lihat aja... gue bakal jadi orang pertama yang bikin lo jatuh dari posisi atas lo itu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines