Ingatan

Ingatan

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published 42 minutes ago
WpInfo
Fanfic
Arjuna arkana. seorang pemuda berusia 23 tahun bekerja di perusahaan selama 4 tahun tanpa pulang demi menghidupi ke 4 saudaranya. akhirnya, dia pulang dengan senyum gembira menantikan bertemu kekuarga serta saudara bungsu yang sangat dia sayangi. namun, hal itu harus di pendam terlebih dahulu karena.. adiknya itu kehilangan ingatan dan memiliki trauma yang sulit di jelaskan. bisakah dia dan saudaranya yang lain mengembalikan ingatan si bungsu atau... membiarkan ingatan itu hilang adalah keputusan yang benar? selamat membaca ges. sumber thumbail:pinterest #muahahaha
All Rights Reserved
#11
bima
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Rewriting The Villain (END)
  • Journey
  • I'm Not Just a Figuran
  • Cupiditas Vitae [END]
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Possessive Male Lead
  • Given || Ju Jihoon
  • Garwo

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines