Apa yang disebut Rumah

Apa yang disebut Rumah

  • WpView
    Reads 667
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 30, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Grief and Bereavement
Family Life
Abuse and Trauma
Selama lima belas tahun, rumah untuknya artinya suara pecahan kaca, hardikan dan amarah. Selama lima belas tahun, pulang ke rumah adalah neraka, keluar adalah neraka yang berbeda. Ketika para polisi itu datang dan menarikku keluar rumah, berkata kalau aku memiliki 'keluarga', dipikirannya adalah penjara baru, makian baru dan ketakutan baru. Reihan tidak berharap perbedaan, tapi mungkin ini akan menjawab pertanyaannya- "Apa yang disebut Rumah?"
All Rights Reserved
#37
keluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Father's Redemption: Saving Papa from the Past
  • 𝐁𝐎𝐑𝐋𝐀𝐂𝐇'𝐒 𝐁𝐀𝐁𝐘
  • Bunga Di Lumpur
  • Baby IEL
  • Sepa: Si bungsu Dananjaya
  • The Pramoedya's Little Prince
  • Patner In Crime 2
  • SHANKARAN
  • LAILAN [HIATUS]
  • Baby Elio

​Setelah tewas mengenaskan di tangan keempat anak kandungnya sendiri akibat hasutan keji sang mantan istri, Damian secara misterius terbangun dan terlempar kembali ke masa dua tahun sebelum tragedi itu terjadi. ​Diberi kesempatan kedua hidup, Damian tidak berniat membalas dendam. Didorong oleh rasa lelah dan patah hati yang mendalam, papa yang dulunya lembut dan selalu mengemis kasih sayang ini memilih jalan lain: mundur sepenuhnya. Ia memutuskan untuk berhenti mencampuri urusan anak-anaknya dan membiarkan mereka hidup bebas bersama mantan istrinya. Damian menarik diri, bersikap sopan namun dingin, dan fokus menjalani sisa hidupnya dengan tenang sendirian. ​Namun, perubahan drastis ini justru memicu kepanikan di hati keempat anaknya. ​Biasa melihat sang papa yang selalu mengejar-ngejar perhatian mereka dan serbabisa disalahkan, hilangnya kepedulian Damian membuat mereka merasa kehilangan arah. Rumah yang dulunya penuh kehangatan instan berubah menjadi asing. Menyadari bahwa mereka perlahan-lahan kehilangan sosok pelindung yang tulus, keempat anak ini mulai merasakan penyesalan yang belum pernah mereka duga sebelumnya. ​Demi mendapatkan kembali perhatian, senyuman lembut, dan kasih sayang sang papa yang kini membeku, keempatnya harus memutar otak. Mulai dari mencoba meniru kebiasaan lama mereka, membuat skenario agar diperhatikan, hingga perlahan menyadari racun manipulasi dari ibu kandung mereka sendiri. Namun, merebut kembali hati seorang papa yang sudah pernah mati di tangan mereka ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines