We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ANINDYA PEMILIK HATI

ANINDYA PEMILIK HATI

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Culture and Identity
Southeast Asian
Di sebuah pinggiran kota kecil bertanah basah dan berudara dingin, tumbuh dua jiwa yang saling mengikat rasa dalam diam. Anindya Ayu Kejora, seorang gadis yang dibesarkan oleh kesederhanaan kakek dan neneknya setelah riak takdir merenggut kedua orang tuanya di tengah lautan saat ia berumur enam tahun. Anindya menyimpan mimpi menjadi seorang penyair, merangkai kata-kata halus yang mampu memeluk luka siapa saja yang membacanya. Di sisi lain, Prandjana Duka, pemuda tiga tahun lebih muda dari Anindya, tumbuh di balik pagar megah keluarga terkemuka. Prandjana adalah jemari yang hidup untuk warna dan kuas, bercita-cita mendirikan ruang lukisnya sendiri. Dahulu, Prandjana adalah bocah egois, arogan, dan kekanak-kanakan. Namun, seiring waktu mengikis keanak-anakannya, matanya mulai mengeja kecantikan Anindya- kulitnya yang sawo matang, mata cokelat yang selalu menyimpan kilau telaga, serta lesung pipi yang menetap meski tanpa senyuman. Perubahan rasa itu merobek sifat kasar Prandjana, mengadunnya menjadi pemuda berkepribadian dewasa yang merayu Anindya lewat bisikan-bisikan puitis. Anindya, dengan segala kesederhanaan dan ketakutannya akan jurang kelas sosial, perlahan luluh. Namun, cinta tak pernah berdiri sendirian di dunia yang penuh restu bersyarat. "Aku ingin melihatmu memakai gaun putih, Anindya. Kamu pasti sangat cantik..." bisik Prandjana pada suatu sore di tepi telaga.
All Rights Reserved
#52
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Silent Traces by the Sea
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines