Monday Mantra
Rama Mahardika benci perubahan.
Tapi ia justru harus berhadapan dengan Adisti Deshinta, cewek kecil-kecil cabe rawit utusan ayahnya yang tiba-tiba hadir dengan seabrek pertanyaan dan sedikit rasa takut, hanya untuk mengacak-acak perusahaan warisan ibunya. Shinta terlalu berani, terlalu keras kepala, dan punya kebiasaan menyentuh hal-hal yang seharusnya dibiarkan tetap pada tempatnya.
Bagi Rama, perempuan itu seharusnya cuma gangguan sementara. Namun, di antara rapat yang berubah menjadi adu mulut, perhatian yang datang tanpa diminta, dan kebiasaan-kebiasaan kecil yang mulai ia hafal, Rama mulai kehilangan kendali atas satu hal yang selama ini paling ia kuasai, yakni dirinya sendiri. Dan kalau Shinta memang datang hanya untuk mengubah perusahaan itu, Rama mulai bertanya-tanya: kenapa ia merasa ada sesuatu yang berubah dari dirinya?
-----
Adisti Deshinta cuma sedang bekerja keras.
Sayangnya, ia harus bertemu dengan satu masalah besar bernama Rama Mahardika.
Bagi Shinta, Rama adalah orang yang paling sering menguji kesabarannya dan satu-satunya orang yang selalu punya cara untuk membuatnya mempertanyakan langkah-langkahnya.
Yang perlu dilakukan Shinta seharusnya sederhana: mengubah perspektif kuno Rama dengan kemampuan otaknya yang cemerlang. Tapi Rama ternyata jauh lebih sulit dibaca daripada laporan keuangan perusahaan. Di balik sikap dinginnya yang menyebalkan, ada perhatian yang muncul di saat-saat tak terduga, yang lantas akan berubah menjadi komentar tajam keesokan harinya.
Ketika semakin banyak hal di perusahaan yang tidak berjalan sesuai rencana, Shinta mulai curiga: jangan-jangan satu-satunya hal yang tidak ada di dalam daftar rencananya adalah Rama?