Tukang kopi dan kue yang bergulat dengan tepung dan telur. Arabella Josephina Wallis, menekuni profesinya dengan sungguh-sungguh. Gadis itu seperti gadis pada umumnya yang menjalani hidup apa adanya. Kalau ada yang membedakan Arabella dengan gadis lain, itu adalah gerak geriknya yang terkadang seperti dia adalah seorang Puteri bangsawan. Dan semua gesture tubuhnya itu Arabella dapatkan karena dia terlalu sering mendengar dongeng dari ibunya tentang istana Dukedom Westminster yang megah dan indah. Ibunya juga mengajarinya tentang tata krama sebagai seorang puteri bangsawan dan rela mengeluarkan uang lebih untuk membayar guru sekolah kepribadian profesional untuk Arabella. Arabella kecil tidak mengerti mengapa ibunya melakukan itu namun dia belajar dengan sungguh-sungguh karena Arabella merasa dia menyukai hal itu. Dan juga, dia ingin ibunya senang. Semua berlangsung hingga Arabella remaja. Dan tak pernah sekalipun Arabella tahu apa alasan ibunya yang seolah ingin Arabella memiliki kepribadian dan tata krama sebagai bangsawan. Sampai kemudian, utusan dari Dukedom Westminster menjemputnya paksa untuk datang ke istana Dukedom karena Archer, Duke tua dari Westminster menginginkan kehadirannya. Dan bisik bisik pelayan di istana Dukedom Westminster mengatakan bahwa Lady yang telah lama hilang akhirnya diketemukan! Arabella Josephina, dari kacamata kalian.
More details