🏸 Romance | Slow Burn | Teen Fiction
Sheila nggak pernah menyangka kalau rasa penasarannya pada seorang ketua OSIS bernama Edgar Kenzo Alfarez akan mengubah hidupnya.
Cerita ini murni fiksi. Nama tokoh, tempat, dan kejadian merupakan hasil imajinasi penulis.
Semuanya berawal dari satu foto.
"Eh, lihat deh. Ketua OSIS sekolah kita."
Sheila awalnya nggak pernah peduli siapa itu Edgar. Sampai sebuah foto yang ditunjukkan sahabatnya berhasil membuat rasa penasarannya muncul. Entah kenapa, sejak hari itu Sheila punya satu tujuan yang terdengar konyol.
Mengajak Edgar mengobrol.
Padahal semua orang tahu Edgar bukan tipe cowok yang ramah. Dingin, cuek, dan selalu memasang wajah datar seolah dunia nggak menarik untuk diperhatikan.
Tapi Sheila justru memilih mendekat.
Sedikit demi sedikit, sapaan, gangguan, dan usaha-usaha kecil Sheila mulai menjadi bagian dari hari-hari Edgar. Meski sering diabaikan, Sheila nggak pernah benar-benar menyerah.
Sampai akhirnya...
Sheila mengetahui satu hal yang seharusnya nggak ia tahu.
Edgar ternyata menyukai perempuan lain.
Sejak hari itu, Sheila menghilang. Nggak ada lagi sapaan di pagi hari. Nggak ada lagi alasan konyol untuk menghampiri ruang OSIS. Nggak ada lagi secarik kertas bertuliskan, "Ngobrol yuk?"
Awalnya Edgar merasa lega.
Akhirnya... hidupnya kembali tenang.
Namun, kenapa setelah Sheila benar-benar pergi, justru ada sesuatu yang terasa kosong?
Bukankah ini yang selama ini ia inginkan?
Atau... ada seseorang yang diam-diam sudah menjadi bagian dari rutinitasnya?
Happy reading! 🤍
All Rights Reserved