We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TIME TRAVEL Z [XIAYAN]

TIME TRAVEL Z [XIAYAN]

  • WpView
    Reads 599
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Asexual and Aromantic
Coming Out and Self-Acceptance
Waktu bukanlah garis lurus, melainkan labirin retak. Di ruang bawah tanah Arsip Nanyang, sebuah mesin purba berdengung, memancarkan cahaya biru yang siap merobek dimensi. Di sanalah berdiri Zhang Haixia, seorang Enigma dengan feromon pinus es yang memancarkan kendali mutlak dan dingin. Di sudut ruangan, Zhang Haiyan-sang Alpha dominan Klan Zhang yang liar dan perokok-tersenyum sinis, merasakan darahnya bergolak di antara insting teritorial dan tarikan biologis yang mustahil diabaikan terhadap sang Enigma. "Jika alat ini gagal, kita tidak akan pernah kembali," ucap Haixia dingin. "Siapa bilang aku ingin kembali?" balas Haiyan menyeringai. Sebelum kilatan cahaya merobek ruang dan melemparkan mereka ke dalam badai dimensi, takdir keduanya telah terkunci-melintasi zaman, ruang, dan batas waktu yang paling gelap.
All Rights Reserved
#9
xiayan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker[END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • Target Si Supir [END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy
  • Auto Save!
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • After the Fall

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines