We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Labirin Dalam Pena

Labirin Dalam Pena

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Bad Boy
Slice of Life
"Kenapa lo tega sama gue, Tuhan?!" Satu teriakan itu pecah ditengah derasnya hujan. Seorang remaja tampan kian pasrah berlutut diatas aspal yang dipenuhi pecahan kaca dan darah merah pekat yang mengalir begitu pelan. Kedua tangannya mengepal kuat, sementara matanya menatap satu mobil yang telah berubah menjadi besi kusut. Dibalik pintu yang tak berbentuk. Ada dua orang yang tak lagi menjawab .. insiden itu, membuat dirinya tak percaya akan keindahan dari hidupnya seperti dulu. Semua orang sempat mengajarinya akan waktu pasti bisa menyembuhkan luka. Bohong. Justru waktu hanya bisa mendorongnya untuk tersenyum sembari menyimpan ribuan luka traumanya dalam dada. "Aku memutuskan berhenti mencari-Mu. Tanpa sadar, sampai dimana kembali di malam gelap itu, Engkau kembali mencari ku"
All Rights Reserved
#25
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Clause of Us
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines