Lima Bintang di Langit yang Sama

Lima Bintang di Langit yang Sama

  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Lima bersaudara. Satu rumah. Satu taman. Dan satu janji yang mereka kira akan bertahan selamanya. Setiap malam, Zavriel Reylion Vincenzo, Arlend Arvion Ankantara, Vereno Almorgata Alzio, Dreven Virgolano Skylar, dan Keenan Sebastian Olivier selalu menghabiskan waktu bersama di taman kecil depan rumah mereka, ditemani langit yang dipenuhi bintang. Di tempat itu, mereka berbagi tawa, mimpi, dan janji sederhana untuk selalu kembali ke bawah langit yang sama. Namun, hidup tidak pernah memberi tahu kapan sebuah pertemuan berubah menjadi kenangan. Ketika sebuah rahasia perlahan mengubah kehidupan mereka, lima saudara itu harus belajar bahwa mencintai seseorang juga berarti belajar merelakannya. Karena ada orang yang mungkin tak lagi berada di sisi kita... tetapi cahayanya akan selalu bersinar di hati orang-orang yang mencintainya.
All Rights Reserved
#228
james
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH SEMESTA
  • Elegi Sang Penjaga Fajar
  • Atma Lara penuh Asa
  • Rumah Yang Sama
  • Don't Cry Kanya
  • satu atap, lima luka
  • ineffable
  • Damar Jatmika Nugraha
  • Zerous
  • Naren dan Kepulangan✓

Tak ada yang benar-benar siap menjadi dewasa, bahkan lima bersaudara yang namanya seolah telah ditulis oleh semesta. 𝗔𝗱𝗶𝘁𝘆𝗮 hadir sebagai mentari yang menerangi, 𝗝𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 menjadi hangatnya senja, 𝗚𝗲𝗿𝗶𝗺𝗶𝘀 membawa ketenangan setelah riuhnya hujan, 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 terus mengalir mencari muara, dan 𝗕𝗮𝗿𝗮 memilih tetap menyala setinggi langit. Di bawah atap rumah Pak Prapto dan Bunda, mereka bertumbuh dengan cara yang berbeda, memikul 𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶, 𝗹𝘂𝗸𝗮, 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮, dan 𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 masing-masing. Sebab pada akhirnya, mereka menyadari bahwa nama 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝗽𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗹𝗮𝗻, melainkan doa yang perlahan menemukan maknanya, dan keluarga adalah tempat di mana setiap doa itu selalu memiliki rumah untuk 𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴. Copyright ©® 2026, 4th July

More details
WpActionLinkContent Guidelines