Last twilight
"Turun kau dari perahu ini, Dirga! Atau biar dayung ini yang bicara!"
Begitulah Damar menyambut Jingga Dirga, keponakannya yang dibuang karena bukan Aruna. Bukan sang fajar kesayangan.
Di pulau itu, Jingga belajar membenci. Membenci namanya. Membenci warna jingga. Membenci senja yang jadi saksi ia diusir.
Sampai Senja Kayana datang.
Gadis itu tak pernah bertanya kenapa ia dibuang. Ia hanya lewat tiap matahari tenggelam sembari membawa buku-buku di tangannya, menyambut senyum anak-anak di tempat les, dan menyandang nama yang sama dengan luka Jingga.
Di antara ombak yang menghantam karang di bawah langit senja, Jingga sadar bahwa:
Membenci senja itu mudah. Mencintai Senja... itu yang membunuhnya pelan-pelan.
Last Twilight - tentang senja yang dibenci, dan Senja yang diam-diam ia tunggu.