Bryan Hart, seorang petinju kelas dunia yang dikenal karena bakat dan prestasinya. Ia hampir selalu keluar sebagai pemenang dalam setiap pertandingan yang diikutinya. Berkat kemampuan, ketampanan, dan karismanya, Bryan menjadi idola di kalangan perempuan sekaligus inspirasi bagi banyak pria. Baginya, tidak ada lawan yang pantas ditakuti selama ia mampu menjatuhkan mereka di atas ring.
Saat mengikuti sebuah turnamen, Bryan bertemu dengan seorang pria manis ber paras asia timur, yang bekerja sebagai staf di lokasi pertandingan. pria manis itu memiliki sifat dingin, tetapi tutur katanya lembut. Entah mengapa, sejak pertemuan pertama, Bryan merasa tertarik padanya. Mungkin itu cinta pada pandangan pertama, atau sekadar rasa penasaran. Yang jelas, ia ingin mengenal pria itu lebih dekat.
"Apa kau staf yang bekerja di sini?"
"Menurutmu?"
Bryan tertawa kecil.
"Kau menarik. Berkencanlah denganku, bagaimana?"
Pria itu mengembuskan napas pelan.
"Apa keuntungannya bagiku?"
"Kau bisa berkencan dengan Bryan Hart, seorang petinju kelas dunia. Bagaimana?"
"Wow, terima kasih, tapi aku tidak tertarik."
Bryan terdiam sejenak mendengar jawaban itu.
"Oh, ayolah. Akan kutraktir ke mana pun kau ingin pergi, hm?"
pria manis itu kembali menghela napas. Ia terdiam sesaat sebelum melirik Bryan yang masih menyeringai.
"Kalau kau ingin berkencan denganku, menangkanlah pertandinganmu. Aku tidak berkencan dengan seorang pecundang."
"Hm... baiklah," ucap Bryan sambil menyeringai.
All Rights Reserved