An Unforeseen Variable (On Going)
Dua jurusan, dua karakter, dan satu pertemuan yang tidak pernah di rencanakan dalam kehidupan mereka.
"Mas, ini tempat presentasi Bisnis. Mas nya salah satu perwakilan lomba juga ya?" Tanya Drenigo bingung. Seingatnya hanya dirinya perwakilan dari fakultas ini.
Sambil terus melihat penampilan makhluk jadi-jadian didepannya dengan atasan kemeja navy dipadukan celana cargo hitam. Sang empu, yang ditanya dan ditatap sedemikian rupa oleh makhluk cantik di depannya pun menjawab.
"Oh, salah kelas kayaknya," ucapnya santai.
Membuat Drenigo yang mengamati curiga tersentak karena terkejut.
"Tapi gapapa, terlanjur duduk juga. Apa lagi mbak nya juga cantik jadi betah disini," jawab Tibe kurang ajar.
Dengan tangannya yang sibuk membenarkan kursi yang ia duduki, ditata olehnya senyaman mungkin.
Wajah Drenigo berkedut pelan, bukan kedutan dapat duit, malah kedutan emosi yang ia dapat.
Mendengar ucapan kurang ajar orang yang ia temui pertama kali ini, tangannya sudah gatal ingin menghantam proyektor yang ada di atas meja ke muka tengil sang lawan bicara. Tarikan napas panjang terdengar,
"Emang masnya dari jurusan apa? btw saya cowo tulen mas!" tanyanya mencoba sabar.
Disclaimer ini BL ya guys
mengandung sedikit latar belakang dan percakapan tentang beragama untuk pengembangan tokoh cerita😉
bagi yang homophic bisa di skip ya tanpa paksaan ☺
kalo kepo lanjut siapa tau nyaman?