We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KENDALI

KENDALI

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 13 hours ago
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Social Themes
Discrimination and Bullying
Abuse and Trauma
Kondisi yang dialami oleh beberapa sekolah sungguh memprihatinkan, banyak sekali perederan narkotika, pelecehan sexsual, bahkan judi online yang dilakukan oleh anak anak yang tidak bisa mengendalikan dirinya, oleh karena itu pemerintah membuat organisasi untuk mendisiplinkan para murid, bagaimana kelanjutannya? mari kita ikuti sama sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • Side Character Syndrome
  • Ervan Carolline
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Stuck Between The Pags
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • The Last Antagonis
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines