[hoonseung ; sunghoon × heeseung] Kala yang satu kehilangan kekasihnya kepada kematian, yang lain kehilangan cintanya kepada keadaan. Keduanya dipertemukan dalam sebuah perjodohan---bukan sebagai dua hati yang siap mencintai, melainkan dua jiwa yang masih berkabung atas nama berbeda. Setahun lamanya, mereka berbagi rumah, seraya masing-masing menggenggam luka yang enggan sembuh. Yang satu setia pada abu masa lalu. Yang lain masih terbelenggu bayang-bayang cinta yang telah pergi. Namun, bagaimana jika dua hati yang telah patah justru menemukan denyut baru di antara reruntuhan yang sama? Sebab, mencintai kembali mungkin bukan tentang melupakan mereka yang telah pergi, melainkan tentang berani membuka hati meski tahu kehilangan selalu menunggu di ujungnya.
More details