Rahasia di Balik Perang Dua Gerbang

Rahasia di Balik Perang Dua Gerbang

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 7, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Dua sekolah-Raelis High School dan Skylar High School. Dua geng-Rebellix dan Vandalic. Dulu sekutu. Sekarang musuh. Pernah berdiri di sisi yang sama-tertawa, melaju di jalan yang sama, menyebut diri sebagai sahabat. Sampai suatu kejadian menghancurkan persahabatan. Tidak ada yang yang tahu kebenarannya. Tidak ada yang tahu kenapa semua berubah menjadi kebencian. Yang mereka tahu hanya satu: kami harus saling menghancurkan. Sabian Dheandra, ketua Rebellix saat ini telah menetapkan satu aturan- "Jangan pernah berhubungan dengan mereka." Dia yang akan maju paling depan ketika berhadapan dengan Vandalic, memberikan tatapan tajam yang menutupi segalanya. Dan saat rahasia yang selama ini disimpan akhirnya terungkap, semua berubah-persahabatan, permusuhan... bahkan cinta. Semua orang akhirnya tahu, bahwa perang ini tidak pernah dimulai dari pengkhianatan. Melainkan dari luka yang tidak pernah diberi suara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NO WAY BACK ✓
  • The Monster's Heart
  • The Man Who Can't Be Moved ; Heehoon.
  • AWAL CINTA DARI JEMIA - On going.
  • THE DEMON'S OBSESSION
  • You are only mine [𝐉𝐚𝐲𝐒𝐞𝐮𝐧𝐠]
  • Beautiful Villain | HeeHoon | Bite 🍡
  • [✓] Cause I am lost, but not in you | JayHoon (SELESAI)
  • When Dandelion Bloom Again |𝐇𝐞𝐞𝐡𝐨𝐨𝐧 𝐀𝐔 (slow update)
  • dare or love!!

[hoonseung ; sunghoon × heeseung] Kala yang satu kehilangan kekasihnya kepada kematian, yang lain kehilangan cintanya kepada keadaan. Keduanya dipertemukan dalam sebuah perjodohan---bukan sebagai dua hati yang siap mencintai, melainkan dua jiwa yang masih berkabung atas nama berbeda. Setahun lamanya, mereka berbagi rumah, seraya masing-masing menggenggam luka yang enggan sembuh. Yang satu setia pada abu masa lalu. Yang lain masih terbelenggu bayang-bayang cinta yang telah pergi. Namun, bagaimana jika dua hati yang telah patah justru menemukan denyut baru di antara reruntuhan yang sama? Sebab, mencintai kembali mungkin bukan tentang melupakan mereka yang telah pergi, melainkan tentang berani membuka hati meski tahu kehilangan selalu menunggu di ujungnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines