Sepuluh tahun setelah tragedi yang merenggut adik angkatnya, Lin Yi Xun telah meninggalkan masa lalunya dan menjalani kehidupan sebagai seorang penjinak. Bersama kawanan anjing, serigala dan gagak yang telah ia latih, juga orang-orang yang setia mengikutinya sejak lama, mereka yang dulu membantu tanpa imbalan kini menetapkan sebuah imbalan karena tragedi itu.
Membuat mereka tidak perlu lagi bertindak cuma-cuma di setiap bencana alam yang terjadi dan hidup dengan damai tanpa peduli kesulitan warga desa.
Namun ketenangan itu kembali terusik ketika serangkaian serangan hewan buas terjadi di sebuah tambang yang berada di bawah kekuasaan Gu Yanchen, pria yang telah menjadi musuhnya selama bertahun-tahun.
Ketika jumlah korban terus bertambah, Xu Jinhai, tangan kanan Gu Yanchen, menyarankan agar mereka meminta bantuan satu-satunya orang yang mungkin mampu menghentikan keganasan hewan-hewan tersebut.
Lin Yi Xun.
Pertemuan kembali dengan orang yang paling dibencinya bukanlah sesuatu yang mudah bagi Yi Xun. Namun setelah Jinhai berhasil membujuknya, ia akhirnya bersedia menangani serangan tersebut dengan satu syarat: imbalan yang setimpal.
Awalnya, masalah itu tampak seperti sekadar serangan hewan liar. Namun semakin jauh mereka menyelidikinya, semakin banyak kejanggalan yang ditemukan.
Hewan-hewan tersebut tidak menyerang tanpa alasan. Jejak-jejak aneh membawa mereka menuju wilayah yang tersembunyi di balik tambang, tempat reruntuhan kuno, jebakan mematikan, dan makhluk yang seharusnya tidak pernah mereka temui menunggu di dalam kegelapan.
Di tengah perjalanan, Yi Xun, Gu Yanchen, Jinhai, serta anak buah mereka terpaksa mengesampingkan masa lalu dan bekerja sama untuk menemukan sumber dari semua kekacauan.
Namun mereka terlambat menyadari satu hal, serangan terhadap para penambang bukanlah tujuan sebenarnya.
Seseorang sengaja memancing Gu Yanchen keluar dari wilayah kekuasaannya.
Tous Droits Réservés