Beku di Jakarta, Hangat di Sydney
Jakarta: Istana yang Membeku Bagi dunia luar, kehidupan Clara Vivienne adalah impian. Menikah dengan Arlan Dirgantara, seorang dokter bedah jenius sekaligus pewaris rumah sakit terkemuka, Clara hidup dalam kemewahan tiada tara di sebuah mansion yang dijuluki Sanctuary. Namun, di balik dinding marmer itu, Clara adalah seorang tahanan medis. Arlan, dengan obsesi posesifnya yang berlindung di balik dalih "kesehatan", memantau setiap detak jantung dan langkah Clara seolah ia hanyalah spesimen laboratorium. Kehangatan rumah tangga mereka mati, digantikan oleh aroma disinfektan dan kedinginan aturan yang mencekik.
Pelarian dan Fajar Baru Hanya ada satu cara untuk selamat: Menghilang. Dengan bantuan sahabat setianya dan Rafael-pria dari masa lalu yang menawarkan perlindungan-Clara melakukan pelarian nekat yang membelah samudera. Ia meninggalkan kemewahan Jakarta untuk memulai hidup dari nol di Sydney, Australia.
Sydney: Kehangatan yang Tersembunyi Di bawah langit Sydney yang cerah, Clara menemukan kembali dirinya melalui aroma roti gandum di toko kecilnya, The New Dawn. Rafael hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelindung yang memberikan kebebasan. Namun, kedamaian itu terusik ketika bayang-bayang Arlan mulai melacak jejaknya. Arlan tidak akan melepaskan apa yang ia anggap "miliknya", sementara Clara kini memiliki alasan baru untuk bertahan: seorang putra yang membawa darah Dirgantara namun memiliki hati yang ingin bebas.
Pertarungan Antara Ego dan Cinta Dua dokter, dua cara mencintai. Arlan yang mencintai dengan menguasai, dan Rafael yang mencintai dengan membebaskan. Akankah Clara berhasil menjaga "kehangatan" barunya di Sydney, ataukah "kedinginan" Jakarta akan kembali menjemput dan mengurungnya selamanya?
"Karena cinta bukan tentang siapa yang paling ketat menggenggam, tapi tentang siapa yang memberikan sayap untuk terbang."