Master Tanpa Nama

Master Tanpa Nama

  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 9, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Alexander Wibawa, CEO muda yang dingin dan tak tergoyahkan, diam-diam memiliki sisi lain yang hanya dia lepaskan di forum BDSM anonim sebagai "Xan09". Selama delapan bulan dia tunduk pada Master_R lewat layar-sampai suatu hari Master itu ternyata adalah Radit, anak magang di perusahaannya sendiri. Yang dimulai sebagai permainan rahasia perlahan berubah menjadi kepemilikan total. Nama, aset, tubuh, keluarga, hingga identitas Alexander berpindah tangan satu per satu. Dari penthouse mewah di Jakarta hingga apartemen sederhana di Surabaya, pria yang dulu memegang kendali atas segalanya akhirnya hanya punya satu nama yang boleh dia panggil : "Master"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Sin of The Villainess
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines