Tiga tahun setelah Desa Arvendel dilalap api, Lux Tenebris tiba di ibu kota hanya dengan keterampilan menempa, pertanyaan yang tak kunjung terjawab, dan dua pedang artefak yang selalu terbungkus kain.
Nox mampu menyimpan serta memadatkan mana, sementara Umbra menarik sihir dari sekelilingnya. Keduanya menyimpan kekuatan yang saling melengkapi-dan cukup berbahaya untuk menghancurkan Lux apabila ia kehilangan kendali.
Demi memperoleh akses ke catatan tentang kehancuran Arvendel dan nasib gurunya yang menghilang, Lux memasuki Akademi Asteria. Di antara pelajaran sihir, latihan pedang, dan aturan yang sering kali lebih rumit daripada pertarungan, ia mulai menjalani kehidupan yang tidak pernah direncanakannya. Seorang teman sekamar yang terlalu banyak bicara, rival yang selalu siap mengoreksi kesalahannya, dan tabib muda yang perlahan mampu melihat di balik sikap tenangnya membuat akademi terasa lebih dekat dengan rumah daripada yang ingin Lux akui.
Namun, arsip yang berhasil dibukanya justru menimbulkan pertanyaan baru.
Serangan terhadap Arvendel mungkin bukan sekadar penjarahan. Nama orang yang seharusnya telah lama mati kembali muncul dalam dokumen resmi, sementara seseorang mulai mencari kedua pedang yang dibawa Lux. Semakin dekat ia pada kebenaran, semakin jelas bahwa kebakaran itu hanyalah bagian kecil dari sesuatu yang telah disembunyikan selama bertahun-tahun.
Kini Lux harus mempelajari cara mengendalikan kekuatan yang dapat merenggut nyawanya, menelusuri jejak masa lalu tanpa kehilangan masa depan, dan menerima bahwa perjalanan ini mungkin tidak harus ia jalani sendirian.
Sebab beberapa rahasia tidak dikubur agar dilupakan.
Beberapa hanya menunggu fajar yang tepat untuk kembali terbangun.
All Rights Reserved