BLURRED (On Going)

BLURRED (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 303
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación hace alrededor de 22 horas
WpInfo
Ficción
Fantasía
Kota tidak pernah benar-benar tidur, terutama bagi anak-anak remaja yang memiliki gejolak keliaran dalam diri mereka dan terlalu sedikit perhatian di rumah. Para remaja terperangkap dalam dunia yang buram. Berada di ruangan yang sama, bernapas dalam udara yang sama, terikat oleh benang-benang tak kasat mata yang penuh dengan pengkhianatan, seks, dan keputusasaan. Dicap sebagai generasi yang menolak dibatasi, remaja-remaja yang mencari pelarian di tempat-tempat paling gelap. Dunia seolah adalah panggung sandiwara terbesar mereka, di mana topeng-topeng indah dipertahankan setengah mati sebelum efek domino meruntuhkan segalanya, menyisakan puing-puing masa muda yang tidak akan pernah sama lagi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Aveline Beyond Her Fate
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Sin of The Villainess
  • The Adiputra Family

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido