Di Antara Garis Lapangan

Di Antara Garis Lapangan

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 13 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
Sports
Opposites Attract
Pertemuan tak sengaja di The Charles Hotel antara Fateemah Zahrah-mahasiswi magister biomekanika TUM yang rasional-dan Michael Olivier, bintang sepak bola Bavaria FC yang sarat sorotan, menjadi titik awal bersemainya sebuah ide riset. Siapa sangka, obrolan santai mereka mengenai riwayat cedera engkel Michael justru menginspirasi Fateemah untuk merancang modul sensor pelacak kelelahan otot. Namun, kedekatan yang tumbuh di antara mereka keburu memicu intaian paparazzi, hingga rentetan perundungan siber dan fitnah di media sosial memaksa keduanya mengambil langkah mundur. Mereka memilih saling menjauh, mengubur perasaan, dan kembali berfokus pada dunia masing-masing. Sampai akhirnya, takdir bermain lewat sebuah ironi. Proposal tesis sensor biomekanika Fateemah-yang akar idenya lahir dari percakapan mereka-resmi disetujui oleh Bavaria FC Medical & Performance Department. Situasi ini memaksa Fateemah bersiap menginjakkan kaki di tempat kerja Michael; tempat di mana ia seolah "tertangkap basah" sedang mewujudkan impian sang bintang sepak bola. Akankah Fateemah mampu bersikap profesional dan menahan gengsinya saat harus berhadapan langsung dengan pria yang pernah diusirnya, atau justru suasana di kompleks latihan Bavaria FC akan makin memanas?
All Rights Reserved
#1
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines