Kasus Terakhir

Kasus Terakhir

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 24, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Crime
Psychological
LGBTQIA+
Hujan turun tanpa henti ketika sebuah mayat ditemukan di gang sempit kota. Polisi menganggapnya kasus bunuh diri. Namun, bagi Dr. Nael Arkan, dokter forensik berusia 28 tahun, tubuh manusia tidak pernah berbohong. Luka di pergelangan tangan korban terlalu rapi. Bekas memar di leher hampir tak terlihat. Semua petunjuk mengarah pada satu kesimpulan: seseorang telah merekayasa kematian itu. Di sisi lain, Leontara Pradipta Wijaya, wartawan investigasi berusia 33 tahun, mendapat informasi anonim bahwa kematian tersebut berkaitan dengan jaringan korupsi yang selama ini tak tersentuh hukum. Demi mengejar berita terbesar dalam kariernya, Leon nekat mendatangi kamar jenazah untuk mewawancarai Nael. Pertemuan pertama mereka berlangsung buruk. "Aku tidak memberikan informasi investigasi kepada media," kata Nael dingin. "Dan aku tidak suka jawaban yang terlalu singkat, Dok," balas Leon sambil tersenyum.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Mr. Mafia!
  • AVISENA
  • Welcome Home, Guiliano.
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Side Character Syndrome
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SALAH OBAT
  • Stuck Between The Pags
  • Second House√

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines