Di sebuah rumah sederhana di sudut Kota Seoul, delapan bersaudara tumbuh dalam kehangatan yang terasa tak tergantikan. Setiap pagi selalu dimulai dengan meja makan yang ramai, pertengkaran kecil yang mengundang tawa, dan kedua orang tua yang percaya bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat di mana setiap orang selalu memiliki alasan untuk pulang.
Bagi Carmen, Jiwoo, Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, dan Ye-on, kebahagiaan selalu hadir dalam bentuk yang sederhana. Semangkuk mi hangat saat listrik padam, hujan di atap seng, sepeda merah, album foto, hingga meja makan yang sengaja dibuat cukup besar untuk menampung seluruh keluarga, bahkan untuk masa depan yang belum datang.
Namun waktu tidak pernah meminta izin sebelum mengubah segalanya.
Saat kehilangan perlahan mengambil satu demi satu hal yang paling mereka cintai, delapan saudara itu dipaksa belajar arti bertahan, memikul tanggung jawab, menyimpan rahasia, dan menjaga rumah yang hampir runtuh. Di tengah luka yang tak kunjung selesai, mereka menemukan bahwa keluarga bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang tetap memilih saling menguatkan.
Karena pada akhirnya...
Rumah bukan hanya tempat untuk pulang.
Rumah adalah alasan seseorang memilih untuk terus bertahan.
All Rights Reserved