We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Serba Salah di Mata Tunangan yang Perfeksionis

Serba Salah di Mata Tunangan yang Perfeksionis

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 7, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Selama dua tahun bertunangan, Annette selalu hidup dengan satu keyakinan: dirinya tidak pernah cukup baik. Sampai seseorang memperlakukannya dengan kelembutan yang belum pernah ia rasakan. Ketika pertunangan itu akhirnya berakhir, barulah Annette menyadari bahwa cinta seharusnya membuat seseorang bertumbuh, bukan terus merasa bersalah.
All Rights Reserved
#364
balas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • My Villainous Stepmom [END]
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (END)
  • The Reborn Mama (END)
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines