Tahun 1999 Masehi - Abad ke-20 Dua kerajaan. Satu benua. Hu Guo - Kerajaan Rubah Berdiri di Utara 2000 tahun lalu. Menyembah Dewa Rubah Ekor Sembilan. Sifat: Licik, cepat, menyerang seperti wabah. Lambang: Rubah melingkar di bulan. Jin Huang Guo - Kerajaan Emas Agung Didirikan Kaisar Jin 𝙏𝙞𝙖𝙣𝙯𝙞 1000 tahun lalu di Selatan. "Jin" = Emas. "Huang" = Agung. Temboknya ditempa dari emas. Lambang: Matahari emas di atas gunung. 10 abad mereka perang. Tahun 1999, Rubah menyerbu. Tembok terakhir Emas Agung retak. Di istana, Kaisar Jin tianzi berdiri sendirian. Semua jenderal lain telah gugur. Yang tersisa hanya satu. Dari gerbang yang runtuh, sesosok melangkah. Sunyi. Jubah emasnya berlumur darah. Pedang Qide di tangannya berpendar redup. Itu Ningbo. Jenderal satu-satunya Kerajaan Emas Agung. Tanpa kata. Tanpa ragu. Satu tebasan. Satu barisan Rubah tumbang. Satu langkah. Satu jalan selamat terbuka untuk rakyatnya. Dia bertarung bukan untuk kemuliaan. Dia bertarung karena di belakangnya... tidak ada siapa-siapa lagi. Fajar hampir menyingsing. Medan hampir sepi. 1000 mayat Rubah berserakan dengan luka yang sama. Lalu... Sreet Sebuah panah. Menembus punggungnya. Tepat di jantung. Ningbo terhuyung. Pedang Qide jatuh ke lumpur darah. Dia menoleh. Tidak ada siapa-siapa. Hanya bayangan di balik bukit, dan lambang rubah di ujung panah itu. Dia jatuh berlutut. Tatapan terakhirnya ke arah istana Emas Agung. Rakyat berteriak. Kaisar Jin Tianzi berlari. Tapi yang mereka temukan hanyalah... 𝙉𝙞𝙣𝙜𝙗𝙤 Anak Emas Agung. Pedang terakhir sang Kaisar. Yang mati bukan di medan depan. Tapi ditusuk dari belakang Author: mohon maaf jika ada kesalahan tanda baca dan kurang jelas alur karna saya baru mencoba bikin novel tema ini mohon di maklumi ☺🙏
More details