BUS TERAKHIR
Perjalanan yang Tidak Punya Tujuan, Namun Mengambil Segalanya
Di sebuah sudut Kota Kupang, ada sebuah terminal lama yang hampir dilupakan. Tidak banyak orang datang ke sana setelah malam tiba.
Namun setiap pukul 01.17 dini hari, sebuah bus tua muncul dari balik kabut.
Tidak ada nomor trayek.
Tidak ada tujuan.
Tidak ada nama perusahaan.
Hanya sebuah bus tua dengan lampu redup dan penumpang yang selalu diam.
Rendi tidak pernah percaya pada cerita tentang bus tersebut-sampai suatu malam ia menaikinya.
Sejak saat itu, hidupnya berubah.
Ia menemukan para penumpang yang perlahan kehilangan ingatan, seorang sosok misterius yang disebut Si Penghapus Nama, dan seorang anak kecil bernama Adi yang mengaku sebagai adiknya yang telah hilang puluhan tahun lalu.
Yang paling mengerikan adalah ketika Rendi menemukan kenyataan bahwa namanya sendiri mulai menghilang dari dunia.
Foto-foto tentang dirinya berubah.
Kenangan orang-orang tentang dirinya memudar.
Bahkan rumah yang selama ini ia anggap sebagai tempat pulang mulai terasa asing.
Dan semakin jauh Bus Terakhir berjalan, Rendi mulai mengingat sebuah malam dari masa kecilnya-malam ketika ia pertama kali menaiki bus itu bersama Adi.
Malam ketika seseorang tidak pernah pulang.
Kini Rendi harus memilih:
Membawa keluarganya kembali dan kehilangan dirinya sendiri...
atau
tetap menjadi bagian dari dunia yang perlahan melupakan mereka.
Karena di dalam Bus Terakhir, kematian bukanlah akhir.
Yang paling mengerikan adalah ketika kamu masih hidup, tetapi tidak ada seorang pun yang mengingat namamu.
"Jangan takut kalau bus itu datang. Takutlah kalau suatu malam kamu menaikinya... dan keesokan paginya tidak ada seorang pun yang tahu siapa kamu."
BUS TERAKHIR
Jangan sampai perjalanan terakhirmu menjadi perjalanan pulang yang tidak pernah selesai.
Catatan: cerita ini sepenuhnya fiksi. Kota Kupang digunakan sebagai latar inspirasi, sementara tokoh, bus, terminal, dan seluruh kejadian supernatural merupakan rekaan.
All Rights Reserved