365 Hari Lagi

365 Hari Lagi

  • WpView
    Lecturas 89
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 13, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Final Feliz
Segunda Oportunidad
Primer Amor
Nara Azzura Pradipta dan Arka Mahendra Atmaja telah bertunangan selama lima tahun. Mereka saling mengenal, saling memahami, dan seharusnya hanya tinggal menunggu hari untuk menuju ke pernikahan. Tapi masalahnya, mereka tidak lagi yakin apakah semua itu masih disebut cinta.? Maka mereka sepakat mencoba selama 365 hari untuk menemukan jawabannya. Namun ketika mereka mulai jatuh cinta kembali, masa lalu datang membawa Raka, mantan kekasih Nara, dan Selena, mantan tunangan Arka perempuan yang ternyata masih mengenal Arka lebih baik daripada siapa pun. Di antara cinta yang kembali tumbuh, masa lalu yang belum selesai, dan waktu yang terus berjalan, Nara dan Arka harus menentukan satu hal: Apakah mereka akan memilih untuk menikah karena memang meresa saling mencintai atau mengakhiri kebersamaan yang hanya sudah terlalu lama dijalani bersama, ? Karena terkadang, untuk menemukan cinta, seseorang harus diberi kesempatan untuk kehilangan.
Todos los derechos reservados
#795
cintapertama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tidak Hari Ini (SEDANG DI REVISI)
  • BTS Story [Completed]
  • 𝐓𝐄𝐌𝐏𝐎𝐑𝐀𝐑𝐘 [On-going]
  • Little family
  • Codename Zephyria [Ongoing]
  • T9Q∆D
  • 𝐃𝐄𝐀𝐑 𝐋𝐀𝐘𝐋𝐀 ✔︎
  • [1] Lip balm | Junghwan✓
  • hello! | kang yeosang ✓
  • If These Insomniac Eyes Were Also My Third [END]

​Di dalam kamar rumah sakit yang sunyinya nyaris membeku, Seren percaya bahwa ia telah habis ditelan sepi-hingga Dio datang membawa luka yang berdenyut sama pedihnya. Dua jiwa yang rumpang itu akhirnya saling menemukan dalam diam, mencoba menghangatkan satu sama lain tanpa perlu banyak kata. ​Perlahan, dinding kesunyian itu mulai retak. Tawa-tawa kecil mulai tumbuh di sela rasa sakit yang tak pernah benar-benar lekang. Mereka menjadi pelarian sekaligus rumah bagi satu sama lain. ​Namun, ketika hati mulai berani mengetuk harapan, ketakutan lama kembali berbisik. Jika mereka adalah dua orang yang sama-sama hancur, mampukah mereka saling menyelamatkan? Ataukah salah satu dari mereka harus menyerah saat kehilangan mulai tampak nyata? ​Pilihannya hanya dua: tetap bertahan dalam kerapuhan bersama, atau saling menjauh sebelum luka baru menjadi abadi.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido