Bagaimana rasanya saat kau dan enam temanmu sedang santai, tapi dalam kedipan mata, dunia berubah gelap dan kalian terbangun di tengah hutan antah-berantah dengan monster raksasa bersiap menerkam?
Panik? Jelas.
Umpatan kebun binatang keluar semua? Sudah pasti.
Bagi Muhammad Nala dan enam sahabatnya, terlempar ke dunia magis Oravath bukanlah sebuah panggilan pahlawan yang klise. Tidak ada raja yang menyambut dengan jamuan mewah. Tidak ada putri yang menangis meminta diselamatkan. Yang ada hanyalah realitas brutal, kepanikan massal, dan insting untuk bertahan hidup.
Namun, di tengah kekacauan dan keputusasaan itu, sebuah anomali terjadi. Dunia ini merespons mereka dengan cara yang tidak masuk akal, memberi ketujuhnya kekuatan yang melampaui nalar.
Nala yang tengil dan kelewat percaya diri tiba-tiba menguasai otoritas mutlak dari 7 Dosa Mematikan. Ignis mampu menebas langit dengan meminjam jiwa para samurai legendaris. Hingga Venice, yang bisa memunculkan senjata pemusnah massal hanya bermodalkan imajinasi (yang sayangnya, sering salah sasaran dan membuat teman-temannya jantungan).
Ini bukan kisah tentang pahlawan suci yang ingin menyelamatkan dunia.
Ini adalah kisah tentang tujuh pemuda-pemudi kepepet yang berusaha mencari jalan pulang ke bumi. Dan jika dalam prosesnya mereka harus menghancurkan konglomerat sihir, meratakan sistem Guild, dan mengacak-acak tatanan dunia Oravath... ya, anggap saja itu bonus.
"Kalau mau bertahan hidup di sini, aturannya cuma satu: jangan mati duluan sebelum gue izinin." - Muhammad Nala.
All Rights Reserved