Farel Archana tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah terdampar di sebuah pulau asing.
Tanpa makanan, tanpa tempat tinggal, tanpa peralatan, dan tanpa mengetahui bagaimana cara kembali, Farel hanya memiliki satu tujuan sederhana: bertahan hidup.
Namun, di tengah keputusasaannya, sebuah sistem misterius muncul.
«[Sistem Survival telah aktif.]
[Tujuan utama: Bertahan hidup.]»
Farel sempat berharap sistem itu akan memberinya kekuatan luar biasa.
Sayangnya, yang diberikan justru misi-misi aneh.
Mencari air.
Membuat api.
Mencari makanan.
Membangun tempat berlindung.
Mengawetkan bahan makanan.
Dan setiap misi mengharuskannya mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja, bukan sekadar menyelesaikannya dengan mudah.
Farel mulai memahami bahwa bertahan hidup bukan hanya soal keberanian. Ia harus belajar tentang panas, air, udara, tekanan, bahan makanan, pengawetan, reaksi sederhana, hingga berbagai prinsip fisika dan kimia yang bisa membantunya bertahan.
Masalahnya, Farel sering belajar dengan cara yang tidak menyenangkan.
Gagal membuat api.
Makanan gosong.
Alat buatannya patah.
Bahkan pernah hampir menyerah hanya karena seekor hewan berhasil mencuri bahan makanannya.
Namun, setiap kegagalan membuatnya semakin memahami dunia tempat ia berada.
Hingga akhirnya Farel menemukan sebuah desa kecil.
Di sana, ia memutuskan untuk membuka sebuah restoran sederhana.
Untuk pertama kalinya sejak terdampar, Farel merasa mungkin dirinya bisa memiliki kehidupan baru.
Sayangnya, sistem belum selesai mengganggunya.
Saat restorannya mulai ramai-
«[Misi baru diterima.]»
Farel terdiam.
"...Aku baru buka restoran."
Dan seperti biasa, ia terpaksa menutup kedainya.
Sebab setiap misi membawanya ke tempat baru, memperkenalkannya pada bahan baru, pengetahuan baru, dan resep baru.
Dari seorang pemuda yang hanya ingin bertahan hidup, Farel perlahan belajar membangun kehidupan dengan tangannya sendiri.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone