Love the Life you Live

Love the Life you Live

  • WpView
    Reads 6,537
  • WpVote
    Votes 491
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 12, 2016
Sepenggal kisah cerita dari gadis yang bernama Lyvia. Dia belum pernah paham tentang apa yang namanya kehilangan. Hingga kehilangan yang begitu sakit. Rasa sakit saja tidak dapat menggambarkan rasa di hatinya. Lebih dari itu. Hingga dia merasa kebas. Kehilangan seseorang yang amat dicintai memang sangat sakit bukan? Fase setelah kejadian itu lah yang sangat sulit. Ketika menjalani semuanya sendiri. Cinta yang sebenarnya bukanlah seberapa besar cinta itu tetapi seberapa kuat kita bertahan pada satu titik yang mungkin tak pernah kembali. Ketika hidup tak lagi sama dengan yang diinginkan. Just enjoy it! Taburkan secercah cinta pada setiap kehidupan yang dialami. Apapun itu. Love the Life you Live. So simple as that. Selamat membaca! © Copyright 2015 by Aulia Mirta
All Rights Reserved
#708
world
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Our Times (Completed)
  • Semesta Ingin Aku Bagaimana (?)
  • ARIEANNA
  • Pangeran Kelas
  • SELF LOVE
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines