We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Me, From 1545

Dear Me, From 1545

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Historical
16th Century
Alternate History
Alena Arunika Winata tidak pernah percaya bahwa benda peninggalan masa lalu menyimpan sesuatu selain sejarah itu sendiri. Sebagai seorang arkeolog, baginya setiap artefak hanyalah bukti kehidupan di masa lalu yang harus diteliti, dicatat, dan ditempatkan kembali dalam konteks zamannya. Hingga suatu hari, dalam penggalian sebuah situs kuno, Alena menemukan sebuah surat cinta yang tersembunyi di balik dinding reruntuhan. Surat itu ternyata ditulis oleh seorang pangeran bernama Arka Wiranegara untuk seorang perempuan bernama Larasati. Alena membaca surat tersebut sebagai seorang arkeolog yang sedang meneliti peninggalan kerajaan. Alena pikir, tindakan yang ia lakukan pada hari itu hanyalah membaca kisah cinta yang telah lama terkubur. Sampai akhirnya ia tiba pada kalimat terakhir dalam surat itu, yang mengubah segalanya. "Aku akan mencarimu, di kehidupan mana pun kau berada." - Pangeran Arka Wiranegara
All Rights Reserved
#1
loveletter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • The Reborn Mama (END)
  • The Duke's Red String
  • My Villainous Stepmom [END]
  • The Unwritten Lady

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines