Jadi pacar Lo?!?" Okeh, kali ini Prilly memang tidak bisa lagi menahan tinggi suaranya yg langsung 8 oktaf saat menanggapi ucapan super mengejutkan dari ketua senat berwajah tampan didepannya ini. Dilandra Ali Arrayan mengangguk tenang dengan tubuh dan wajah yang dicondongkan tepat didepan wajah Kimya Prillya Zahra. "Lo gila?! OGAH!" Kilah Prilly cepat. "Saya nggak nanya kamu mau apa enggak. Saya bilang kamu HARUS jadi gadis saya." Ali, cowok keturunan Lebanon-Padang itu menegakkan tubuhnya kemudian bersedekap. Dia tampak tenang menghadapi Prilly yang terlihat emosi. "Lo gila!" Sembur Prilly gemas. "Yup, saya gila. Karena kamu." Jawab Ali lagi. Prilly menggeleng, menatap Ali dengan tatapan malas. "Malas gue ngomong sama lo!" Prilly membalikkan tubuh hendak meninggalkan Ali. "Ya udah. Kalo gitu, diary kamu ini. Jadi milik saya." Pemuda tampan itu dengan santainya melambai-lambaikan diary milik Prilly. Gadis berambut panjang kecoklaatan itu memutar kepalanya menoleh kearah Ali dengan tatapan tajam. "Lo makan tu buku! Gila lo!" Gadis itu kemudian berjalan dengan emosi yang meluap-luap, meninggalkan pemuda tampan yang tampak menyeringai kecil. "Kamu harus jadi milik saya. Kimya Prillya Zahra." Ucap pemuda itu setengah berbisik.
Más detalles