"Aku tidak pergi karena berhenti mencintaimu, Arkan. Aku hanya lelah mengetuk pintu rumah yang ternyata tidak pernah berpenghuni." *** Selama dua tahun penuh, semesta Alya Sabrina hanya berputar pada satu nama: Arkananta. Cowok sedingin es utara yang selalu menganggap perhatian, bekal makanan, dan senyuman Alya tak lebih dari sekadar gangguan cuaca yang mengusik ketenangannya. Sampai pada suatu sore di bawah guyuran gerimis, Alya memutuskan untuk menyerah. Ia menghapus nomornya, melangkah mundur, dan membawa pergi kehangatan yang selama ini selalu ia tawarkan dengan cuma-cuma. Namun, ketika Alya akhirnya berhasil menata hidupnya yang hancur dan menemukan pelabuhan baru yang menghargai kehadirannya, Arkan justru datang membawa sejuta penyesalan yang terlambat. Saat es batu itu akhirnya mencair, ia baru menyadari bahwa gadis yang selalu menunggunya kini telah benar-benar melangkah pergi-bersama orang lain. Apakah penyesalan Arkan mampu meruntuhkan tembok pertahanan baru yang dibangun Alya? Ataukah ini memang akhir yang adil untuk hati yang terlalu lama disia-siakan?
Detail lengkap