Namanya Vianne Gaozheng Lorenzo.
Putri tunggal dari Dai Gao Zheng, seorang konglomerat terkenal yang kekayaannya bahkan nggak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai satu-satunya pewaris keluarga Lorenzo, hidup Vianne seharusnya penuh kemewahan, kehormatan, dan segala sesuatu yang serba sempurna.
Tapi kenyataannya?Vianne justru lebih cocok disebut biang kerok Acadia High School.
Berantem? Bisa.
Maki-maki? Jago.
Bikin anak orang nangis? Bukan hal baru.
Bikin guru pusing? Sudah menjadi rutinitas.
Anehnya, Vianne nggak pernah dikeluarkan.
Bukan cuma karena dia anak konglomerat, tapi karena otaknya juga nggak kalah gila dari kelakuannya. Nilai IPS, Sejarah, PPKn, Bahasa Indonesia, sampai Bahasa Inggris selalu bikin guru kesulitan mencari alasan untuk menghukumnya.
Bersama Zarina, Alesha, Araneya, Hara, Cerry, Inaara, Peter, dan Albian, hari-hari Vianne di Acadia High School nggak pernah jauh dari kekacauan.
Sampai suatu hari, kehidupan nona muda yang selama ini cuma mengenal **harta dan tahta** mulai kedatangan satu hal yang nggak pernah masuk daftar rencananya.
Masalahnya, cinta ternyata jauh lebih merepotkan daripada berkelahi.
Apalagi kalau orang yang membuat jantungnya berantakan justru seseorang yang sama sekali nggak takut pada statusnya sebagai putri konglomerat.
Untuk pertama kalinya, Vianne harus menghadapi sesuatu yang nggak bisa diselesaikan dengan uang, ancaman, ataupun adu mulut.
Karena ternyata, menjadi nona muda paling berkuasa di Acadia High School nggak menjamin dia bisa mengendalikan hatinya sendiri.
All Rights Reserved