Arven adikara

Arven adikara

  • WpView
    LECTURES 135
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 28, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Menjadi anak kedua ternyata bukan berarti dianggap penting. Arven Adikara, 19 tahun, selalu hidup di antara dua bayang-bayang: kakak sulung yang dibanggakan dan adik bungsu yang dimanjakan. Di mata kedua orang tuanya, Arven hanyalah anak yang "kuat", anak yang harus mengalah demi keluarga. Hingga suatu malam, hidupnya hancur. Adiknya, Raka Adikara, membunuh teman sendiri dalam sebuah pertengkaran. Bukti mengarah pada Raka, dan ancaman penjara menunggu di depan mata. Demi menjaga nama baik keluarga dan masa depan anak bungsu mereka, kedua orang tua Arven memaksanya mengaku sebagai pelaku. "Kamu kan anak kedua. Hidupmu masih bisa diperbaiki nanti," kata ayahnya. "Adikmu tidak akan sanggup hidup di penjara," ujar ibunya sambil menangis. Karena cinta yang salah tempat dan rasa bersalah yang ditanamkan sejak kecil, Arven menyerahkan dirinya. Ia dipenjara atas kejahatan yang tidak pernah ia lakukan. Di balik jeruji, Arven kehilangan kebebasan, mimpi, dan kepercayaan pada keluarganya. Namun ketika kebenaran perlahan mulai muncul, orang-orang yang mengkhianatinya akan dihadapkan pada satu pertanyaan: Berapa harga sebuah pengorbanan yang dipaksakan? 🌧️🌧️ semoga cerita kali ini ramai yang lihat GK kaya cerita yang sebelumnya yah
Tous Droits Réservés
#12
sakithati
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RIYEL
  • Mohon Bacakanlah Al Qur'an Untukku
  • Langit Putra Viorer [slow up]
  • Baswara
  • Imperialisme • OngNiel ✓
  • The Youngest Missing Child
  • Garis Cahaya Aris
  • Langkah Terakhir [ON GOING]
  • ONE ROOF TWO CAPTAIN [HIATUS]
  • Silver Hollow
RIYEL

Terkadang hidup memang harus memilih, antara a dengan b. Namun bisa juga pilihan itu malah berakhir di luar opsi keduanya, pilihan c. Antara kedua pilihan itu yang tidak mau dipilih, atau kita sendiri yang tidak mau memilih antara keduannya. Seperti posisi bocah 10 tahun ini. Alasan pertama sepertinya lebih masuk akal. Mendengar perdebatan kedua orang tuannya membuat dirinya paham, bahwa Papa atau Mamanya tidak ada yang menginginkan dirinya. Dengan sadar diri, lebih baik ia memilih opsi c. Nenek. "Nenek Ami, Riyel kangen Papa, kangen Mama juga.." ucapan lirih terdengar kala mendung menyapa sore itu. HAIII!! setelah bolak balik hapus cerita, akhirnya cerita ini yang lahir juga.... ini fiksi ya teman" >.< semua yang terjadi di cerita hanya karangan author semata. semua tokoh yang bersangkutan tidak ada hubungannya di dunia nyata. gambar informasi bersumber dari google, pinterst, dan lainnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu