Setiap orang memiliki cerita tentang masa lalu. Ada yang ingin melupakannya, ada pula yang ingin kembali ke sana. Aku memilih untuk menceritakannya.
Aku pernah menjadi seorang anak yang mudah menangis, sering merasa berbeda, dan tumbuh di antara hari-hari yang tidak selalu ramah.
Ada masa ketika sekolah dipenuhi tangisan, kenakalan teman, persahabatan yang terasa seperti rumah, dan cinta yang dulu terasa begitu sederhana.
Aku pernah kehilangan teman karena jarak, menemukan sahabat di tempat yang tidak pernah kuduga, menyimpan perasaan yang tak pernah benar-benar selesai, dan mencintai seseorang selama bertahun-tahun hanya untuk akhirnya belajar bahwa tidak semua orang yang kita perjuangkan akan tinggal.
Namun hidup tidak hanya berisi luka.
Ada tawa dari kenangan masa kecil, persahabatan, kejadian-kejadian konyol yang dulu terasa biasa tetapi sekarang justru menjadi bagian paling berharga untuk dikenang.
Ini bukan kisah tentang seseorang yang selalu kuat.
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan yang pernah menjadi anak kecil yang mudah menangis, pernah mencintai dengan polos, pernah kecewa, pernah kehilangan, lalu perlahan belajar mengenal dirinya sendiri.
Sebuah perjalanan tentang tawa, luka, persahabatan, cinta, kehilangan, dan bagaimana seseorang akhirnya tumbuh menjadi dirinya sendiri.
All Rights Reserved