The Cruel Rose

The Cruel Rose

  • WpView
    Reads 1,464
  • WpVote
    Votes 243
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Suspense
Slow Burn
Erotica
His crown of thorns. His sweetest ruin. Cantik mematikan. Leonor tak pernah ingin kembali ke istana yang baginya seperti penjara mengerikan itu. Rasanya, seperti sebuah petaka besar untuk gadis yang dari kecil hidup dalam kebebasan di luar negeri. Ayolah, ia hanya ingin mengenakan dress sexy atau bikini di sepanjang hidupnya. Menari-nari di lantai dansa club sembari menegak wine lalu melayang bebas pada kenikmatan dunia. Namun, sialnya takdir membawanya kembali petaka itu Dalam sekejab, semua langsung berubah 180°. "Give me wine!" titah Leonor. "WINE!" tegasnya sekali lagi saat melihat maid memberikan satu gelas air berwarna kuning keruh yang tampak tidak menarik itu. Maid itu menunduk takut takut. "Maaf, Nona. Saya disuruh Tuan Bhree untuk memberikan minuman bernama jamu kunir asem ini." "WHATTTT?! JEIMU KYUNIR EISYEM?!" Oh, my Godness! Minuman mengerikan macam apa ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crimson vow [END]
  • 099
  • ARC 2 : The Last Eight Tail
  • THE MORTICAL IMPERIUM
  • REPUTATION
  • EXILE [END]
  • The Winter Bloom (On Going)
  • He's The Main Character
  • The Story Of Janeta 2
  • HUNTER 1: Ladies Dragon Gold

Maheva Aryasatya seorang pria dengan tinggi yang mencapai 190 sentimeter sudah cukup untuk menciptakan bayangan hitam yang mengintimidasi siapa pun di hadapannya. Di dunia bawah tanah yang kelam, nama itu adalah sinonim dari malaikat maut. Ia tidak butuh banyak bicara dengan rahangnya yang tegas dan sorot mata sedingin es saja itu adalah bukti peringatan terakhir sebelum nyawa seseorang melayang. Bagi Maheva kesetiaan adalah harga mati. Ia dikenal tanpa ampun terhadap pengkhianat. Siapa pun yang berani bermain di belakangnya tidak akan pernah menemukan jalan pulang selain hanya ada ujung belati atau moncong senjata yang menanti sebagai sapaan terakhir. Ia adalah mesin pembunuh sempurna yang tidak memiliki ruang untuk belas kasihan, apalagi cinta. Namun, malam itu seharusnya menjadi misi rutin lainnya. Sebuah target sederhana, dengan tarikan pelatuk pistol lalu urusan selesai. Siapa sangka, di balik bidikan lensa senapannya, ia justru menemukan sosok gadis yang menjadi teka-teki terbesar dalam hidupnya. Gadis yang tampak rapuh namun menyimpan misteri sedalam samudra.

More details
WpActionLinkContent Guidelines