Di Antara Deadline dan Rindu

Di Antara Deadline dan Rindu

  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 11, 2026
WpInfo
Ficção
Fantasia
DESKRIPSI Alya Pramesti tidak pernah punya alasan khusus untuk datang ke coffee shop setiap sore. Ia hanya membutuhkan tempat yang tenang untuk mengerjakan tugas kuliah, jauh dari kamar kos yang selalu berhasil membuatnya mengantuk. Sampai suatu hari, satu-satunya kursi kosong yang tersisa berada di meja seorang laki-laki yang tidak dikenalnya. Namanya Raka Adhitama. Dua puluh lima tahun. Seorang akuntan yang hampir setiap sore datang dengan laptop, tumpukan dokumen, dan secangkir kopi hitam. Tidak banyak bicara, terlihat serius, dan awalnya menurut Alya sedikit membosankan. Pertemuan mereka tidak istimewa. Tidak ada cinta pada pandangan pertama. Tidak ada kejadian dramatis. Hanya dua orang asing yang kebetulan berbagi satu meja karena coffee shop sedang penuh. Namun, pertemuan yang awalnya hanya kebetulan perlahan berubah menjadi kebiasaan. Alya mulai mengenali suara langkah Raka. Raka mulai hafal minuman yang selalu dipesan Alya. Mereka mulai berbicara lebih lama, saling bertukar cerita, dan tanpa sadar menjadi bagian dari rutinitas satu sama lain. Sampai akhirnya muncul satu masalah sederhana yang ternyata tidak sesederhana itu. Mereka saling menyukai. Alya masih sibuk dengan dunia perkuliahannya, sementara Raka sudah mulai memikirkan karier, tabungan, keluarga, dan masa depan. Lima tahun mungkin bukan perbedaan yang besar. Tapi bagaimana jika yang berbeda bukan usia mereka, melainkan arah hidup mereka? Karena mencintai seseorang ternyata bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat. Terkadang, cinta juga tentang belajar berjalan bersama ketika masing-masing masih mencari tahu ke mana mereka ingin pergi. Di antara tugas kuliah, laporan keuangan, kopi sore, dan percakapan yang semakin sulit dihentikan Alya dan Raka perlahan menemukan sesuatu yang tidak pernah mereka rencanakan. Sesuatu yang mereka sebut: rindu.
Todos os Direitos Reservados
#31
akuntan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • My First Life, Rewritten
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Sin of The Villainess

(Bukan Novel Terjemahan) sinopsis cerita : Saat sedang lembur menyelesaikan novel sejarah favoritnya, Arga, seorang editor berusia dua puluh enam tahun, meninggal karena kelelahan. Ketika membuka mata, ia bukan lagi manusia modern. Ia berubah menjadi Lin An, kasim muda di Istana Kekaisaran Dinasti Tian. Belum sempat menerima kenyataan bahwa ia kini menjadi seorang kasim, sebuah suara dingin terdengar di kepalanya. [Selamat datang, Host.] [Sistem Pewaris Kekaisaran telah aktif.] [Misi utama: Melahirkan sepuluh anak.] Lin An hampir pingsan. "...Aku laki-laki." [Benar.] "Aku kasim." [Benar.] "Aku... tidak punya alat reproduksi." [Sistem telah memperbaikinya.] "...APA?!" Sejak hari itu hidup Lin An berubah total. Ia harus menyelesaikan misi demi bertahan hidup. Jika gagal... Sistem akan menghapus keberadaannya. Masalahnya hanya satu. Ayah biologis anak-anak itu harus memiliki takdir naga, seseorang yang mempunyai garis keturunan atau mandat langit sebagai calon penguasa. Sayangnya... Di istana justru ada terlalu banyak calon "ayah". Kaisar muda yang dingin. Pangeran perang yang keras kepala. Jenderal penjaga istana. Bahkan seorang tabib kerajaan. Dan setiap kali sistem menganggap hubungan mereka cukup dekat... Muncullah notifikasi. [Tingkat afeksi memenuhi syarat.] [Mode Kehamilan siap diaktifkan.] Lin An hanya bisa menjerit. "Aku cuma mau hidup tenang jadi kasim!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo