Di kota modern Elysia, manusia hidup berdampingan dengan mitos tanpa menyadarinya. Di balik megahnya gedung pencakar langit dan gemerlap teknologi, makhluk-makhluk legenda-seperti Vampir, Werewolf, Kitsune, Elf, Demon, hingga Dragon-hidup bersembunyi di bawah bayang-bayang sistem rahasia yang telah menjaga keseimbangan selama ratusan tahun.
Namun, keseimbangan itu dirusak oleh ECLIPSE, sebuah organisasi penelitian rahasia yang melanggar segala aturan. Mereka menculik manusia dan entitas supranatural untuk dijadikan subjek eksperimen kejam, demi ambisi gila menciptakan makhluk absolut yang disebut "ORIGIN". Salah satu korban eksperimen neraka itu adalah seorang pemuda bernama Lucien Damian Veyr.
Setelah kehilangan hampir seluruh kehidupannya akibat eksperimen tersebut, Lucien menolak membalas dendam sendirian. Ia membentuk NOCTIS, sebuah perkumpulan yang lahir dari keputusasaan. Mereka bukan pahlawan, bukan pula penyelamat, melainkan dua belas jiwa yang telah kehilangan kepercayaan pada dunia. Dipimpin oleh Lucien, kesebelas anggotanya adalah perempuan dari berbagai ras berbeda: Vampir, Kitsune, Werewolf, Elf, Demon, Artificial Human, Valkyrie, Nekomata, Manusia, Dragonkin, dan Spirit.
Saat menjalankan misi, mereka menanggalkan identitas asli. Dalam balutan jubah hitam dan topeng, tanpa wajah dan tanpa nama, dunia hanya mengenal mereka sebagai The Shadows.
Tujuan awal mereka sangat sederhana: menghancurkan ECLIPSE. Namun, saat sebuah misi penyelamatan menuntun mereka pada anak-anak malang korban eksperimen, NOCTIS terpaksa menghadapi dilema yang tak pernah mereka bayangkan: Jika mereka membunuh demi menyelamatkan orang lain, pantaskah mereka disebut orang baik?
Di tengah kekacauan dan darah, Lucien perlahan menemukan anomali yang tak pernah ia rencanakan: Seraphina. Sang wakil berdarah Vampir itu adalah orang pertama yang menatap Lucien bukan sebagai senjata, monster, atau sekadar pemimpin, melainkan sebagai manusia utuh. Semakin dekat hubungan mereka, semakin berbah
All Rights Reserved